World News

Sabtu, 12 Februari 2011

SEJARAH KOPERASI WANITA SERBA USAHA SETIA BUDI WANITA MALANG


Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Perekonomian
Yang dibimbing oleh Bpk Adit

Oleh :
Yopi Aris Widiyanto
207261407980






UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS SASTRA
JURUSAN SEJARAH
PRODI PENDIDIKAN SEJARAH
Mei ,2009

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam tren perbincangan gender, kelemahlembutan ala cinderella sudah ketinggalan zaman. Perempuan bukan lagi sosok pasif yang sekedar bisanya menanti suami datang, tetapi bagaimana perempuan juga mampu mengambil peran aktif  yang seimbang.
Peranan perempuan masih di uji sejauh mana kemampuannya di sektor-sektor strategis yang sejauh ini di dominasi oleh peran laki-laki. Tidak bisa kita pungkiri kepemimpinan perempuan masih sering diragukan dalam pandangan hidup masyarakat. Dalam menjawab keraguan tersebut perempuan sudah seharusnya tampil lebih aktif membuktikan potensi kaum perempuan layak layak menjadi pemimpin. SBW telah meletakkan dasar-dasar kemandirian yang kokoh kepada anggota sejak pertama kali lembaga ini didirikan. Selain mendidik kaum perempuan untuk pandai berusaha,produktif secara ekonomi, dan belajar bekerjasama.

1.2.Rumusan Masalah
  1. Bagaimana sejarah berdirinya koperasi Setia Budi Wanita Malang ?
  2. Bagaimana Landasan dan Asas koperasi Setia Budi Wanita Malang ?
  3. Bagaimana Perkembangan Koperasi Setia Budi Wanita Malang menatap masa depan ?
1.3.Tujuan
  1. Untuk mengetahui sejarah berdirinya koperasi Setia Budi Wanita Malang.
  2. Untuk mengetahui landasan dan asas koperasi Setia Budi Wanita Malang.
  3. Untuk mengetahui Perkembangan Koperasi Setia Budi Wanita Malang menatap masa depan.


BAB II
PEMBAHASAN
A.Sejarah Berdirinya Kopwan Setia Budi Wanita
1.Bermula dari Komunitas Arisan
            Pada tahun 1954 di bentuklah sebuah perkumpulan ibu-ibu yang diprakarsai oleh ibu Mursia Zaafril Ilyas. Perkumpulan kaum hawa ini lalu berkembang menjadi komunitas arisan sebagaimana kita ketahui, arisan merupakan tradisi yang turun-temurun dalam masyarakat kita. Di mana biasanya ibu-ibu berkumpul pada hari yang sudah dijanjikan, mengumpulkan uang dalam jumlah tertentu secara rutin dan dalam rentang waktu tertentu kumpulan uang bersama tersebut akan didapatkan oleh peserta secara bergiliran. Tradisi arisan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyimpan banyak pelajaran penting antara lain: adanya proses interaksi yang rutin yang memungkinkan lahirnya persahabatan dan kekeluargaan, adanya pengorganisiran kaum wanita yang melahirkan sistem kerjasama dan sistem kerjasama saling percaya dan adanya kesadaran untuk menabung dalam pengertian yang riil.
            Kemudian Ibu Mursia Zaafril waktu itu berfikir bahwa perkumpulan ini tak sekedar menjadi komonitas arisan yang dalam waktu tertentu menerima giliran mendapatkan uang dariu hasil patungan setiap bulannya. Ada misi lain yang lebih maju yang ingin dikembangkan oleh beliau dan misi inilah yang kelak di kemudian hari merubah sejarah maupun peran perkumpulan ini.
            Sebagai seorang perintis dan pelaku sejarah, perlu kita gali latar belakang hidup dan pemikiran ibu Mursia Zaafriil Ilyas, bagaimana beliau bisa begitu visioner di dalam berpikir dan bertindak.dan dari mana beliau mendapatkan gagasan berorganisasi, membentuk komonitas perempuan yang akhirnya menjadi mandiri.
2.Ibu Mursia dan Cuplikan Perjuangan
v     Membangun Organisasi
Ibu Mursia Zaafrii Ilyas lahir pada tanggal 5 Januari 1925. wanita yang pernah mendapatkan Piagam Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan dari Presiden RI tahun 1993 ini dalam hidupnya beliau sudah merasakan banyak pengalaman baik yang pahit maupun yang manis. Beliau adalah anak didik langsung dari tokoh Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang juga mantan Perdana Menteri era Orde Lama yaitu Sutan Sjahrir. Kita tau bahwa Sutan Sjahrir merupakan intelektual dan aktor politik yang disegani di Indonesia. Namun dinamika politik zaman itu yang keras tidak membuat hidupnya selalu damai dan bebas dari tekanan. Apa yang di alami Sutan Sjahrir tentu ikut dirasakan oleh kadernya seperti Ibu Mursia Zaafril.
v     Berkembang Menjadi Pra-koperasi”Setia Budi Wanita”
Kumpulan ibu-ibu yang arisan dapat dikatakan sebagai modal penting untuk membangun organisasi yang lebih besar. Dengan kesadaran pentingnya bekerja sama maka perkumpulan ini sepakat untuk memperbaiki sistem kerja dan usaha, sehingga dasar-dasar kerja perkoperasian mulai di lakukan. Tercetuslah ide untuk berkembang menjadi perkumpulan simpan pinjam meskipun dalam perdebatan anggota belum menemui titik final. Namun berkat keteguhan untuk meyakinkan anggota maka perkumpulan ini mendeklarasikan Pra koperasi yang di beri nama Setia Budi Wanita dengan kantor bagian belakan rumah Bu Zaafril. Maka mulai saat itu sosialisasi dilakukan secara terbuka rekruitmen anggota pun ditingkatkan. Para anggota dan setiap sepuluh orang anggota maka langsung bisa membentuk satu kelompok.
v     Tanggal 30 Desember Lahirlah Koperasi Setia Budi Wanita
Setelah 23 tahun berkumpul, berjuang dan bekerjasama maka Ibu Musria Zaafril Ilyas mengutarakan rencananya kepada para anggota ini untuk meresmikan berdirinya koperasi. Maka mereka pun bermufakat bagaimana meningkatkan usaha Pra Koperasi tersebut menjadi Koperasi.
Karena memang sudah lama saling mengenal, bekerjasama dan sevisi maka para anggota sepakat untuk mendirikan koperasi. Semua persyaratan dilengkapi dan apa yang di butuhkan dipenuhi. Maka sejarah barupun dimulai: pada tanggal 30 Desember 1977 komunitas Setia Budi Wanita disahkan sebagai badan Hukum dengan nomor :3992/BH/II/77, dengan nam Koperasi Serba Usaha SetiaBudi Wanita Malang, yang berkedudukan di jalan Trunojoyo No. 76 Malang. Legalisasi ini ditandatangani langsung oleh menteri Koperasi, Bustanil Arifin, SH.(Liga Alam & Taufik:66-67, 2007).
Dengan diresmikannya koperasi serba usaha Setia Budi Wanita Malang maka semangat anggota meningkat. Sementara itu, sistem tanggung rentang pun mulai digencarkan sebagai sistem kerja organisasi. Sistem ini pulalah yang kelak di kemudian hari menjadi salah satu faktor penentu eksisnya koperasi Setia Budi Wanita.
B. Landasan dan Asas koperasi Setia Budi Wanita Malang
v     Asas Koperasi Indonesia
Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat Indonesia yang demokratis dan berwatak sosial. Koperasi adalah selain suatu bentuk perkumpulan dimana orang-orang yang miskin dan lemah ekonominya  bekerja sama untuk memperbaiki nasibnya, juga merupakan suatu usaha yang bergerak di bidang ekonomi. Artinya, selain bersifat serta bertindak sebagai sebuah perkumpulan biasa, koperasi juga menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bersifat ekonomi. Sungguhpun dikatakan bahwa Koperasi Indonesia berwatak sosial,namun koperasi Indonesia tidak boleh mengabaikan hukum-hukum ekonomi yang rasional. Anggota koperasi bekerja sama menyelenggarakan produksi, pembelian, penjualan, simpan-pinjam atau kredit, pemberian jasa, dan sebagainya.(Sagimun M.D:56, 1988)
v     Tafsir Landasan, Asas, Prinsip Kopwan SU SBW
Tidak semua lembaga koperasi benar-benar memiliki komitmen sosial seperti misi idealnya koperasi . di sekitar kita juga ada lembaga usaha yang berlebel “koperasi” namun prakteknya eksploitasi seperti menyediakan uang tunai dengan bunga tinggi atau memberi uang tunai dengan jaminan surat/ barang berharga, juga dengan bunga tinggi yang ujung-ujungnya barang jaminan banyak yang dilelang murah lantaran pemiliknya/ peminjam uang tidak mampu menebus lagi. Praktek seperti ini nyata sekali tidak membangun ekonomi masyarakat yang sedang dihimpit kesulitan ekonomi.
Koperasi SBW memiliki aturan yang konstitusional dan organisasi ini wajib tunduk di bawah nilai-nilai pancasila dan UUD 1945. SBW mengedepankan asas kekeluargaan dengan memahami kebutuhan anggota. Berikut ini tafsiran prinsip yang dipegang teguh oleh Koswan SBW selama ini dan di masa yang akan datang yaitu:
    1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
    2. Pengelolaan di lakukan secara demokratis
    3. Pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
    4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
    5.  Kemandirian Kerjasama anta koperasi
v     Tafsir Maksud dan Tujuan Kopwan SU SBW
Semua koperasi tantu memiliki maksud dan tujuan baik tetapi belum tentu memiliki maksud dan tujuan baik tetapi belum tentu benar demikian di dalam prakteknya. Membuat rumusan visi dan misi memang mudah dan yang berat itu adalah merealisasikannya secara nyata.
Berikut ini kami kutip maksud dan tujuan SBW, sesuai dengan apa yang telah dirumuskan dalam pasal 3 ayat 1 dan ayat 2 Anggaran Dasar Organisasi.
Pasal pertama menjelaskan bahwa koperasi SBW bermaksud mengembangkan rasa kebersamaan di kalangan anggota khususnya dan di kalangan wanita pada umumnya dengan mengembangkan keegiatan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan anggotanya dan masyarakat pada umumnya.
Koperasi SBW mengambil peran sebagai pembangun kebersamaan, bagaimana kebersamaan itu tidak hanya dinyanyikan dan bagaimana kalangan wanita bisa kompak dalam melakukan perjuangan hidup ini. Kalau boleh kita ambil contoh lagi, para wanita seperti yang di gambarkan di dalam televisi dan industri entertainment  adalah rata-rata perempuan konflik, yang suka ber-cekcok, bertengkar dengan sesama dan rata-rata perempuan di gambarkan sebagai sosok yang tidak gampang akrab, begitu ketemu langsung saling menghina, saling iri lalu cemberut. Akan sulit bagi perempuan untuk menghindar dari tuduhan secara naluri sulit bersatu dengan sejenisnya kalau perempuan sendiri tidak membuktikan diri sebagai pribadi yang bisa berkelompok secara harmonis.
Pasal kedua menyebutkan apabila tujuan SBW adalah meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 45.(Liga Alam & Taufik:114-115, 2007).
C.Perkembangan Koperasi Setia Budi Wanita Malang Menatap Masa Depan
      Bung Hatta menegaskan, bahwa tugas koperasi di Indonesia sangatlah luas terkait masalah luas terkait masalah pokok yang dihadapi oleh bangsa Indonesia yaitu keterbelakangan. (Hatta, 1951,dalam Hatta,1954:200-201).
1.Membangun Citra Berdasarkan Kualitas
      Oleh karena itu di usia 30 tahun, Kopwan SU SBW terus membangun usaha dan menata diri dengan lebih profesional. Di era informasi ini, sama dengan umumnya lembaga usaha, Kopwan SBW akan membangun citra kepada publik dalam menyatakan keberadaannya. Membangun citra ini kita istilahkan sebagai publikasi.
      Kopwan SBW melakukan publikasi dan membangun citra tidak saja berdasarkan kuantitasnya sebagai koperasi yang memiliki anggota sekitar lima ribu orang. Namun SBW membangun citra lebih kepada kualitas yang dimilikinya. Apa yang selama ini dicapai oleh SBW dan apa yang saat ini dimiliki oleh SBW akan menjadi penting bagi proses sosialisasi organisasi kepada masyarakat.
      Kopwan SBW akan terus melakukan publikasi untuk menawarkan programnya secara terbuka kepada masyarakat Malang Raya khususnya. Publikasi ini mula-mula agar organisasi ini diketahui, baru kemudian dikenal. Sekedar diketahui diketahui saja sudah cukup, maka tahap perkenalan adalah tahap dimana masyarakat mengenal apa visi dan misi koperasi SBW, mengenal usahanya dan mengenal berbagai capaian koperasi ini. Kalau masyarakat sudah mengenal maka timbulah kepercayaan dan selanjutnya akan disukai. Tahap ketiga ini adalah tahap penting karena ketertarikan orang membuat ingin ikut menjadi bagian koperasi SBW.
2. SBW Meningkatkan Partisipasi Perjuangan Gender
      Meskipun sudah banyak buku yang menguraikan pentingnya perjuangan gender di masa yang akan datang,namun masih banyak kaum perempuan yang tidak menyadari hal tersebut. Meraih martabat bagi perempuan mustahil diharapkan datang dari pihak lain. Perempuan sendiri yang harus berperan lebih aktif di dalam upaya mendapatkan martabat dan kemandirian. Pada saat yang sama, budaya patriarki dan ketidakadilan gender masih terus hidup mekar di masyarakat. Perempuaan sudah seharusnya lebih aktif di dalam memperjuangkan hak dan kewajibannya. Perempuan harus lebih kreatif di dalam mengembangkan potensinya. Kaum perempuan penting sekali untuk menciptakan ruang-ruang alternatif untuk melakukan pendidikan, bimbingan, pembinaan bagi kaum perempuan yang belum berdaya.
      Pada konteks inilah kita memandang betapa strategisnya kedudukan Kopwan SU Setia Budi Wanita yang dalam prakteknya tidak hanya berorientasi usaha melainkan juga sebagai wahana pengkaderan di Malang Raya. Di lihat dari aktifitasnya SBW jelas mengambil peran lebih seperti pusat belajar kaum wanita, pusat berinteraksi bersosialisasi dan seterusnya.
      Kaum perempuan harus diakui kelebihannya bukan sekedar dari sisi fisik melainkan dari kemampuan, kapasitas intelektualnya dan seberapa besar kontribusi mereka dalam mensukseskan agenda sosial kebangsaan.  
  1. Kendala dan Permasalahan Koperasi Dalam Berperan Aktif
Dalam melaksanakan peranannya, koperasi menghadapi kendala yang kemudian menjadi permasalahannya. Kendala yang dihadapi koperasi adalah:
    a. Kendala Mikro
Sering terjadi menyalahgunakan koperasi sebagai wahana non-ekonomi,   misalnya sebagai politik.
     b.Kendala Makro
Koperasi menghadapi kendala dua fungsi yaitu fungsi koperasi sebagai mobilitas perekonomian rakyat dan sebagai penunjang perekonomian rakyat.
     c. Kendala Teknis
 Kendala teknis koperasi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yakni kendala  administrasi, usaha, dan organisasi. (Suwarni: 95,2006)
       









BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Kumpulan ibu-ibu yang arisan dapat dikatakan sebagai modal penting untuk membangun organisasi yang lebih besar. Dengan kesadaran pentingnya bekerja sama maka perkumpulan ini sepakat untuk memperbaiki sistem kerja dan usaha, sehingga dasar-dasar kerja perkoperasian mulai di lakukan. Tercetuslah ide untuk berkembang menjadi perkumpulan simpan pinjam meskipun dalam perdebatan anggota belum menemui titik final. Namun berkat keteguhan untuk meyakinkan anggota maka perkumpulan ini mendeklarasikan Pra koperasi yang di beri nama Setia Budi Wanita dengan kantor bagian belakan rumah Bu Zaafril. Maka mulai saat itu sosialisasi dilakukan secara terbuka rekruitmen anggota pun ditingkatkan. Para anggota dan setiap sepuluh orang anggota maka langsung bisa membentuk satu kelompok.
Karena memang sudah lama saling mengenal, bekerjasama dan sevisi maka para anggota sepakat untuk mendirikan koperasi. Semua persyaratan dilengkapi dan apa yang di butuhkan dipenuhi. Maka sejarah barupun dimulai: pada tanggal 30 Desember 1977 komunitas Setia Budi Wanita disahkan sebagai badan Hukum dengan nomor :3992/BH/II/77, dengan nam Koperasi Serba Usaha SetiaBudi Wanita Malang, yang berkedudukan di jalan Trunojoyo No. 76 Malang. Legalisasi ini ditandatangani langsung oleh menteri Koperasi, Bustanil Arifin, SH.
B.Saran
Kita sebagai generasi penerus bangsa harus mempertahankan eksistensi koperasi-koperasi di Indonesia,karena sekarang ini koperasi-koperasi di Indonesia sudah mulai lesu di tinggal anggotanya seperti Koperasi Unit Desa, Koperasi Sekolah hal ini di sebabkan karena masyarakat sekarang lebih tertarik menabung atau meminjam uang ke Bank dari pada koperasi.  

DAFTAR PUSTAKA
Alam, Liga, 2007. Refleksi Perjuangan Perempuan Dalam Meraih Martabat Dan Kemandirian. Malang: Kowan SU Setia Budi Wanita Malang
Hatta, Mohammad, 1954. Beberapa Fasal Ekonomi, Djalan Ke Ekonomi dan Koperasi.Perpustakaan Perguruan Kementrian P.P.dan K. Jakarta
Sagimun, 1985. Koperasi Indonesia, Jakarta: PT Inti Idayu Perss
Suwarni, dkk.2006. Ideologi Koperasi Menatap Masa Depan,Tangerang: Pustaka Widyatama




     

1 komentar:

  1. SALAM DARI KAMI,KOPERASI SETIA BUDI WANITA TOLONG DIADAKAN DANA SOSIAL UNTUK ANAK,DANA SOSIAL SUKA MAUPUN DUKA,SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH....

    BalasHapus